Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Praktikum Volume Molar Gas

Volume Molar Gas

I. Tujuan
Mahasiswa dapat menentukan massa rumus gas

II. Dasar Teori
    Gas ideal yaitu gas yang mengikuti secara sempurna, gas non ideal atau nyata yaitu gas yang hanya mengikuti hukum-hukum gas pada tekanan rendah. Semua gas sebenarnya tidak nyata. Pada gas ideal, dianggap bahwa molekul tidak tarik menarik dan volume molekulnya dapat diabaikan terhadap volume gas itu sendiri atau ruang yang ditempati. Gas ideal didasarkan pada asumsi bahwa molekul tidak menempati volume. Asumsi ini berlaku pada tekanan rendah dan temperatur tinggi karena dibawah kondisi ini kerapatan molekul rendah (Brady, 1999).
    Gas terdiri dari molekul-molekul yang jaraknya saling berjauhan sehingga gaya tarik menariknya sangat lemah. Gaya tarik yang lemah mengakibatkan molekul gas bebas bergerak ke segala arah. Molekul-molekul bergerak angat cepat dan terus bertumbukan satu sama lain. Adanya tumbukan ini menghasilkan tekanan. Jika beberapa macam gas yang tidak saling bereaksi dicampurkan maka akan membentuk cairan momogen. Hal ini karena antar molekul gas terdapat ruang kosong sehingga molekul itu tidak dapat dengan mudah bergerak. Gas tidak mempunyai bentuk dan volume tertentu. Gas mudah dimampatkan dan dikembangkan serta dapat mengisi semua bagian ruangan yang ditempatinya (Wahyuni, 2003).
    Hukum-hukum yang berkaitan dengan gas meliputi (Geise et al., 2011) :
1. Hukum Boyle
Boyle mengatakan bahwa jika suhu dijaga konstan maka volume sampel gas berkurang seiring dengan bertambahnya tekanan luar, yakni tekanan atmosfer dan tekanan akibat air raksa.
2. Hukum Erhales dan Gay Lussac
Volume suatu gas pada tekanan tetap dengan suhu absolutnya.
3. Hukum Avogadro
Pada suhu dan tekanan sama, semua gas mengandung jumlah gas molekul yang sama.
Gabungan dari pernyataan ketiga hukum diatas disebut sebagai Hukum Gas Ideal. 
    Hukum gas ideal secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
Dapat diartikan keadaan gas ditentukan oleh y variabel, yaitu keadaan (P), volume (V), suhu (T) dan banyaknya gas dinyatakan dalam mol (n). Besarnya volume molar dapat ditentukan langsung dari persamaan (1) yang menunjukkan bahwa volume molar gas tidak tergantung dari jenis gas. Dengan demikina volume molar gas adalah sama untuk semua gas pada tekanan dan temperatur sama yaitu :
Dan dapat menentukan massa rumus dari suatu gas, yaitu dengan membandingkan kecepatan difusi dari gas dengan gas lain yang diketahui secara matematis dirumuskan sebagai berikut :
Dari persamaan diatas dapat menentukan massa rumus gas dan mengukur kecepatan difusi. Koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol-mol dan zat-zat yang ada dalam reaksi. Dalam reaksi gas, koefisien reaksi juga menyatakan perbandingan volume gas yang terlibat. Hubungan volume molar gas menunjukkan volume 1 mol gas pada keadaan standar (Sanders et al., 2012).
    Sifat fisis zat yang mempengaruhi oleh wujudnya adalah padat, cair dan gas. Diantara ketiga wujud ini, sifat gas lebih sederhana dibandingkan wujud lainnya. Terdapat empat variabel penting yang mempengaruhi sifat-sifat fisis gas yakni suhu, tekanan, volume dan jumlah gas. Gas memiliki karakteristik yaitu bentuk dan volumenya mengikuti wadahnya, dapat dimanfaatkan, kecepatan paling rendah, dan dapat bercampur secara sempurna dalam satu wadah (Tolley et al., 2014).

III. Alat dan Bahan
3.1 Alat
1. Tabung reaksi 1 buah
2. Gelas beker 1 buah
3. Gelas ukur 1 buah
4. Stopwatch 1 buah
5. Benang ± 20 cm 1 buah
6. Kertas amplas 1 buah

3.2 Bahan
1. Pita Mg
2. HCl 1M 100 mL
3. Akuades secukupnya

3.3 Gambar
Gambar 1. Gambar Alat

IV. Cara Kerja

V. Hasil Percobaan
VI. Analisa
    Pada percobaan volume molar gas ini bertujuan untuk menentukan massa rumus gas. Pada dasarnya, pengertian dari massa molar atau massa molekul relatif adalah massa 1 mol zat yang dinyatakan dalam gram mol⁻¹. Prinsip yang digunakan dalam percobaan ini adalah mereaksikan pita Mg dengan HCl pita Mg tersebut berada di dalam tabung reaksi yang berisi akuades. Reaksi yang terjadi antara HCl dan pita Mg akan menghasilkan gelembung-gelembung gas H₂ yang akan naik ke atas permukaan akuades. Reaksi tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :
Mg₍s₎ + 2HCl ₍aq₎ → MgCl₂₍aq₎ + H₂₍g₎
    Gelembung-gelembung gas H₂ akan naik ke atas permukaan akuades serta menambah gas H₂ pada tabung yang berisi akuades dan pita Mg. Volume molar gas H₂ yang terus bertambah akibat reaksi dari HCl dan pita Mg menyebabkan tekanan pada larutan akuades sehingga tinggi dari akuades menurun seiring bertambahnya waktu, hal ini dapat dilihat dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Terlihat pada data percobaan bahwa gelembung semakin banyak setiap pengamatan 10 menit sekali, tinggi dari akuades semakin menurun.
    Dari percobaan dan perhitungan didapatkan perhitungan volume molar. Vm₁H₂ = 25,419 L/mol, Vm₂H₂ = 25,424 L/mol, Vm₃H₂ = 25,434 L/mol, Vm₄H₂ = 25,439 L/mol, Vm₅H₂ = 25,444 L/mol, Vm₆H₂ = 25,4477 L/mol dan Vm₇H₂ = 25,452 L/mol. Dari hasil yang telah diperoleh menunjukkan bahwa semakin lama waktu maka semakin banyak gelembung yang dihasilkan. Gelembung udara tersebut menghasilkan tekanan, sehingga menyebabkan akuades keluar. Volume molar gas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tekanan, temperatur/suhu, jumlah mol serta volume.

VII. Kesimpulan
    Berdasarkan data hasil percobaan, analisa dan perhitungan dapat diperoleh volume molar gas dalam waktu 70 menit dengan selang waktu 10 menit adalah sebagai berikut Vm₁H₂ = 25,419 L/mol, Vm₂H₂ = 25,424 L/mol, Vm₃H₂ = 25,434 L/mol, Vm₄H₂ = 25,439 L/mol, Vm₅H₂ = 25,444 L/mol, Vm₆H₂ = 25,4477 L/mol dan Vm₇H₂ = 25,452 L/mol.

Daftar Pustaka
Brady. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta : Erlangga.

Geise, G.M.Park, H.B., Sagle, A.C, Freeman, B.D. and Mc Grath, J.E., 2011. Water Permeability and water/salt selectivity trade off in polymers for desalination. Jornal of Membrane Science, 369 (11), PP.130-138.

Sanders,D.F., Smith, Z.P., Riberio, C.P.,Guo,R., Mc Grath, J.E.,Paul, D.R. and Freeman,B.D., 2012. Gas Permebility, difusity, and free volume of thermally rearranged polymers based on 3,3'-dihidroxy-4,4'diamino-bip kenyl (H AB) and 2,2'-bis(3,4-dixarboxyphenyl). Journal of Membrane Science, 409, PP.232-241.

Tolley,M.T., Stepherd, R.F., Mosadegh, B., Galloway,K.C., Wehner,M., Wood, R.J and white sides, G.M., 2014. A resitient, unethered soft robbot. Soft Robotics. 1(3), PP.213-223.

Wahyuni. 2003. Kimia Master. Jakarta : Erlangga.

Lampiran

Posting Komentar untuk "Laporan Praktikum Volume Molar Gas"