Laporan Praktikum Reaksi Asam-Basa

Reaksi Asam-Basa

I. Tujuan
1. Mahasiswa dapat melakukan standarisasi NaOH dengan asam oksalat.
2. Mahasiswa dapat menentukan konsentrasi larutan HCl dan CH₃COOH dengan NaOH. 

II. Dasar Teori
    Asam didefinisikan sebagai senyawa yang mengandung hidrogen yang bereaksi dengan basa. Basa adalah senyawa yang mengandung ion OH⁻ ketika bereaksi dengan air. Basa bereaksi dengan asam untuk menghasilkan garam dan air (Golberg, 2002).
    Ion yang menyebabkan sifat asam adalah proton (H⁺), sedangkan ion hidroksida (OH⁻) menyebabkan sifat basa, asam adalah elektrolit yang melepaskan ion hidrogen dalam air dan basa adalah elektrolit yang melepaskan ion hidrogen dalam air. Kesetimbangan reaksi asam-basa menurut teori dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut :
Asam dan basa berada dalam kessetimbangan yang saling bergantung satu sama lain yang disebut sistem berpasangan. Asam dan basa pasangannya membentuk pasangan asam-basa atau sistem prodit (Wang et al., 2017).
    Kekuatan asam memberikan proton dan kemudian basa menerima proton merupakan ukuran kekuatan asam dan basa. Karena itu, asam yang sudah memberikan proton disebut asam kuat, sedangkan asam yang sulit melepas proton disebut asam lemah. Demikian pula basa kuat adalah basa yang mudah menerima proton, basa lemah sulit menerima proton. Indikator asam-basa adalah senyawa organik yang berubah warnanya dalam larutan sesuai dengan pH larutan. Contohnya adalah lakmus berwarna merah dalam larutan bersifat asam dan berwarna biru bersifat basa dapat dikatakan protolit lemah (Keenan, 1990).
    Prinsip dasar reaksi penetralan yaitu reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa sehingga menghasilkan air yang bersifat netral. Syarat reaksi yang harus dipenuhi dalam analisis trimetri yaitu reaksi harus berjalan sesuia dengan suatu persamaan reaksi tertentu, harus ada perubahan yang terlihat, harus ada indikator yang cocok dan reaksi harus berlangsung cepat, sehingga titrasi dapat dilakukan dalam beberapa menit (Prenesti et al., 2012).
    Syarat-syarat yang diperlukan agar proses titrasi berhasil adalah sebagai berikut :
1. Konsentrasi titan (NaOH) harus diketahui.
2. Titik ekuivalen harus diketahui.
3. Volume titran yang dibutuhkan untuk mencapai titik ekuivalen harus diketahui.
Proses titrasi asam basa seing dipantau dengan penggambaran pH larutan yang dianalisis sebagai fungsi jumlah titran yang ditambahkan (Pradeep and Dave, 2013).

III. Alat dan Bahan
3.1 Alat
1. Buret 1 buah
2. Pipet tetes 1 buah
3. Erlenmeyer 3 buah
4. Gelas beker 2 buah
5. Labu ukur 50 mL 1 buah
6. Corong gelas 1 buah
7. Pipet volume 1 buah
8. Pengaduk 1 buah
9. Klem dan statif 1 buah
10. Filler/pompa pipet 1 buah

3.2 Bahan
1. Asam Oksalat 2x5 mL
2. NaOH 
3. HCl 2x5 mL
4. CH₃COOH 2x5 mL
5. Indikator PP 6 tetes
6. Akuades secukupnya

3.3 Gambar Alat
 
Gambar 1. Gambar Alat

IV. Cara Kerja
Gambar 2. Diagram Alir Pembuatan Larutan Baku Asam Oksalat

Gambar 3. Diagram Alir Standarisasi larutan NaOH dengan larutan sama oksalat dan 
Penentuan Konsentrasi HCl

V. Hasil Percobaan

VI. Analisa
    Tujuan dari percobaan ini yaitu dapat melakukan standarisasi NaOH dengan asam oksalat dan dapat menentukan konsentrasi larutan HCl dan CH₃COOH dengan NaOH. Titasi merupakan suatu proses penentuan banyaknya suatu larutaan dengan konsentrasi yang diketahui dan diperlukan untuk bereaksi secara lengkap dengan sejumlah contoh tertentu yang akan dianalisis (belum diketahui konsentrasinya). Prosedur analisis yang melibatkan titrasi dengan larutan-larutan yang konsentrasinya diketahui disebut analisis volumetri.
    Titrasi yang dilakukan pada percobaan adalah titrasi asam dan basa. Prinsip yang digunakan dalam percobaan ini yaitu melibatkan asam maupun basa sebagai penitran atau titer maupun titran. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa begitu juga sebaliknya kadar larutan basa ditentukan dengan larutan asam.
    Percobaan pertama yang dilakukan adalah pembuatan larutan baku asam oksalat dengan massa  asam oksalat 0,315 gr yang dilarutkan pada 50 mL akuades. Sehingga didapatkan molaritas asam oksalat adalah 0,05 M. Titrasi dilakukan secara berulang hingga dua kali. Menggunakan larutan asam oksalat yang telah dibuat, kemudian diambil sebanyak 5 mL dalam setiap titrasi dan ditambahkan indikator PP 1 tetes lalu dititrasi dengan NaOH. Didapatkan volume rata-rata NaOH dan data molaritas.
    Titrasi kedua yaitu HCl (asam kuat) dan NaOH (basa kuat) menggunakan 10 mL HCl untuk setiap kali titrasi. Titrasi pertama diperoleh volume yang digunakan sebanyak 5,2 mL dan yang kedua yaitu 2,6 mL. Titrasi yang ketiga yaitu titrasi CH₃COOH (asam lemah) dengan NaOH (basa kuat). Volume yang digunakan NaOH yaitu 1 mL dan yang kedua 0,3 mL.
    Titrasi yang digunakan dalam percobaan ini termasuk dalam titrasi asidimetri dan alkalimetri. Asidimetri merupakan analisis (volumetri) yang menggunakan asam sebagai larutan asam. Standart atau merupakan analisis khusus menggunakan titrasi asam-basa guna untuk menentukan konsentrasi basa (alkalin). Titrasi asidimetri dilakukan pada titrasi HCl dengan NaOH dan CH₃COOH dengan NaOH, sedangkan titrasi alkalimetri yaitu pada titrasi asam oksalat dengan NaOH.

VII. Kesimpulan
1. Konsentrasi NaOH ditentukan dengan titrasi antara asam oksalat yang sudah diketahui konsentrasinya dengan NaOH. Dalam percobaan didapatkan konsentrasi NaOH yaitu 0,1 M.
2. Konsentrasi HCl dan CH₃COOH ditentukan dengan titrasi antara HCl dan NaOH serta titrasi CH₃COOH dengan NaOH.

Daftar Pustaka
Golberg, David. 2002. Kimia Untuk Pemula. Jakarta : Erlangga.

Keenan. 1990. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.

Pradeep, D, Kapil Dave. 2013. "A Novel Inexpensive and less Hazardo us Acid0Base Indicator". Journal of Laboratory Chemycal Education, 1 (2) : 34-38.

Prenesti, C, Berto, S., Toso, S. and Daniele, G. 2012. Acid-Base chemistry of white wine : Analytical characterisation and chemical modelling. The scientific World Journal, 2012.

Wang. K., Jia., Yang, X, Wang, L., Gu, Y. and Tan, B. 2017. Acid and base coexisted heterogeneous catalysts supporrted on hypercrosslinked polymers for one-pot cassade reaction. Journal of catalysis, 348, PP. 168-176.

Posting Komentar

0 Komentar