Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Praktikum Hasil Kali Ca(OH)2

Hasil Kali Kelarutan Ca(OH)₂

I. Tujuan 
    Menentukan tetapan hasil kali kelarutan Ca[OH]₂ dan kelarutan [Ca²⁺][OH⁻]² dalam air dan larutan NaOH.

II. Dasar Teori
    Kelarutan adalah kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida dan ada garam yang sukar larut dalam air seperti perak klorida. Apabila dilarutkan dalam air, semakin banyak endapan yang diperoleh. Tidak hanya kelarutan, ada juga hasil kali kelarutan yang memiliki pengertian hasil kali konsentrasi ion-ion dan larutan jenuh garam yang sukar larut dalam air, setelah masing-masing konsentrasi dipangkatkan dengan koefisien menurut persamaan ionisasinya (Rahayu, 2001).
    Untuk memprediksi secara kuantitatif berapa banyak senyawa ionik tertentu yang akan larut dalam air dapat menggunakan aturan hasil kali kelarutan. Misal kesetimbangan kelarutan dari larutan jenuh perak klorida yang bersentuhan dengan perak klorida padat dapat dinyatakan sebagai berikut :
AgCl₍𝑠₎ ⥦ Ag⁺₍𝑎𝑞₎ + Cl⁻₍𝑎𝑞₎
Karena garam seperti AgCl dianggap sebagai elektrolit kuat, semua AgCl yang larut dalam air dianggap terurai semua menjadi ion Ag⁺ dan Cl⁻. Untuk reaksi heterogen, konsentrasi padatan adalah konstanta. Jadi dapat menuliskan konstanta kesetimbangan pelarutan AgCl sebagai berikut :
Ksp = [Ag⁺][Cl⁻]
dimana Ksp disebut konstanta hasil kali kelarutan, yang secara umum adalah hasil kali konsentrasi molar dari ion-ion penyusunnya dimana masing-masing dipangkatkan dengan koefisien stoikiometrinya di dalam persamaan kesetimbangan (Chang, 2005).
    Jika konsentrasi zat pada kesetimbangan diubah maka akan terjadi pergeseran kesetimbangan. Dalam hal ini ada ion H⁺ dari HCl akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke arah Ca(OH)₂ berkurang. Kelarutan yaitu kemampuan untuk melarutkan suatu zat didalam sejumlah pelarut pada suhu dan tekanan tertentu dan hanya konsentrasi maksimum yang dapat dicapai oleh suatu zat dalam larutan yang dilambangkan huruf "s" sedangkan hasil kali kelarutan yaitu hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan tepat jenuh dipangkatkan koefien reaksi yang bersimbolkan "Ksp" (Wu and Young, 1984).
    Kalsium hidroksida adalah seyawa kimia dengan rumus Ca(OH)₂. Kalsium hidroksida dapat berupa kristal tak berwarna. Kalsium hidroksida dihasilkan melalui reaksi kalsium oksida (CaO) dengan air. Ca(OH)₂ mampu melarutkan bioaktif molekul, termasuk faktor pertumbuhan TGF-b1, dari matriks dentin manusia (Graham et al., 2006).
    Kalsium hidroksida adalah bubuk tanpa bau putih dengan rumus Ca(OH)₂, dan berat molekul 74,08. Kelarutan ini memiliki kelarutan rendah dalam air, yang menurun seiring suhu alkohol. Kelarutan hukum adalah karakteristik klinis yang baik karena diperlukan waktu yang lama sebelum larut dalam cairan jaringan saat bersentuhan langsung dengan jaringan virus (Farhad & Mohammadi, 2005).


III. Alat dan Bahan
3.1 Alat
1. Gelas beker 200 ml 2 buah
2. Gelas beker 100 ml 2 buah
3. Erlenmeyer 50 ml 2 buah
4. Erlenmeyer 100 ml 1 buah
5. Pengaduk 1 buah
6. Corong 1 buah
7. Gelas ukur 10 ml 1 buah
8. Buret 25 ml 1 buah
9. Labu ukur 50 ml 1 buah
10. Pipet tetes 1 buah
11. Klem dan Statif 1 buah

3.2 Bahan
1. Ca(OH)₂ 0,5 gr
2. Akuades 50 ml
3. NaOH 0,1 M 67,5 ml
4. Indikator PP 20 tetes
5. Kertas saring 4 buah

IV. Cara Kerja
    Mengencerkan larutan NaOH 0,1 M menjadi larutan NaOH 0,05 M dan larutan NaOH 0,025 M. Diambil akuades 50 ml ke dalam gelas beker. Dicampurkan dengan Ca(OH)₂ 0,5 gr dan diaduk selama 10 menit. Kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring dan filtratnya ditampung di erlenmeyer. Filtratyang terdapat dalam erlenmeyer ditetesi dengan indikator PP sebanyak 5 tetes. Kemudian diambil 30 ml filtratnya dan dimasukkan ke dalam 3 erlenmeyer masing-masing 10 ml. Setelah itu difiltrasi dengan HCl 0,1 M hingga berwarna bening. Dihitung volume HCl yang diperlukan. Dilakukan hal yang sama untuk larutan NaOH 0,1 M, 0,05 M dan 0,025 M.

V. Data Pengamatan
-

VI. Analisa
    Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan tetapan hasil kali kelarutan Ca(OH)₂ dan kelarutan [Ca²⁺][OH⁻]² dalam air dan larutan NaOH. Prinsip dari percobaan ini adalah dengan cara menambahkan larutan NaOH dan Ca(OH)₂ padat yang diaduk hingga bercampur merata dengan larutan. Kemudian filtrat ditampung pada erlenmeyer. Ditambahkan indikator PP pada campuran larutan tersebut supaya larutan berubah warna menjadi pink, dan dinetralkan lagi dengan larutan HCl yang akan menjadikan larutan tersebut berubah warna lagi menjadi bening. Volume HCl yang digunakan untuk merubah warna pink menjadi bening kembali digunakan untuk menghitung kelarutan [Ca²⁺][OH⁻]² dan hasil kali konsentrasi ion-ionnya (Ksp).
    NaOH sangat berpengaruh terhadap kelarutan, karena NaOH merupakan larutan yang digunakan untuk melarutkan suatu larutan jenuh yaitu hidroksida Ca(OH)₂ dan yang nantinya akan menghasilkan suatu kelarutan. Fungsi penambahan HCl pada larutan adalah untuk menentukan konsentrasi dari larutan Ca(OH)₂. Indikator PP digunakan untuk merubah warna larutan, ini dilakukan untuk mengetahui volume HCl yang digunakan untuk menetralkan kembali warna tersebut menjadi bening. Reaksi yang terjadi pada percobaan ini adalah :
Ca(OH)₂₍𝑠₎ ↔ Ca²⁺₍𝑎𝑞₎ + 2OH⁻₍𝑎𝑞₎
NaOH₍𝑎𝑞₎ → Na⁺₍𝑎𝑞₎ + OH⁻₍𝑎𝑞₎
    Percobaan pertama adalah melarutkan Ca(OH)₂ dengan akuades dan indikator PP, hingga menghasilkan warna pink, kemudian dititrasi dengan HCl 0,1 M sampai warna tepat bening. Dalam percobaan ini dibutuhkan volume rata-rata HCl sebesar 0,4 ml dan menghasilkan hasil kali kelarutan sebesar 3,2 x 10⁻⁸ M pada Ca(OH)₂. Pada percobaan yang kedua melarutkan Ca(OH)₂ dengan NaOH 0,1 M yang ditambahkan indikator PP, kemudian dititrasi dengan HCl hingga berwarna bening. Dibutuhkan volume rata-rata HCl sebesar 11,55 ml dan didapatkan konsentrasi [Ca²⁺] sebesar 2,4 x 10⁻⁶ M. Pada percobaan ketiga melarutkan Ca(OH)₂ dengan NaOH 0,05 M yang ditambahkan indikator PP, kemudian dititrasi dengan HCl hingga berwarna bening. Dibutuhkan volume rata-rata HCl sebesar 6,1 ml dan konsentrasi [Ca²⁺] sebesar 8,6 x 10⁻⁶ M. Pada percoban keempat melarutkan Ca(OH)₂ dengan NaOH 0,025 M yang ditambahkan indikator PP, kemudian dititrasi dengan HCl hingga bening. Volume rata-rata HCl yang dibutuhkan 2,55 ml dan konsentrasi [Ca²⁺] sebesar 4,9 x 10⁻⁵ M. Berdasarkan teori, kelarutan Ca(OH)₂ dalam air harga Ksp sebesar 5,5 x 10⁻⁶ M. Perbedaan terletak pada pengenceran NaOH kurang encer dan penambahan indikator PP kurang.

VII. Kesimpulan
    Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh nilai Ksp Ca(OH)₂ sebesar 3,2 x 10⁻⁸ M, sedangkan berdasarkan literatur sebesar 5,5 x 10⁻⁶ M. Diperoleh konsentrasi [Ca²⁺] pada NaOH 0,1 M sebesar 2,4 x 10⁻⁶ M, konsentrasi [Ca²⁺] pada NaOH sebesar 8,6 x 10⁻⁶ M, dan konsentrasi [Ca²⁺]  pada NaOH 0,025 M sebesar 4,9 x 10⁻⁵ M.

VIII. Daftar Pustaka
Chang, R., 2005.Kimia Dasar: Konsep - konsep Inti Jilid 2 Edisi Ketiga terjemahan dari General Chemistry: The Essential Consepts.

Farhad, A., & Mohammadi, Z. (2005). Calcium hydroxide: a review. International dental journal55(5), 293-301.

Graham, L., Cooper, P. R., Cassidy, N., Nor, J. E., Sloan, A. J., & Smith, A. J. (2006). The effect of calcium hydroxide on solubilisation of bio-active dentine matrix components. Biomaterials27(14), 2865-2873.

Rahayu.2001.Panduan Praktikum Kimia Dasar II.Cirebon : Puslab STAN Cirebon.

WU, Z. Q., & YOUNG, J. F. (1984). Formation of calcium hydroxide from aqueous suspensions of tricalcium silicate. Journal of the American Ceramic Society67(1), 48-51.

Posting Komentar untuk "Laporan Praktikum Hasil Kali Ca(OH)2"