Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Laporan Praktikum Pengenalan Alat Ukur


Pengenalan Alat Ukur

I. Tujuan
   1. Dapat menggunakan multimeter dengan tepat.
   2.  Dapat menggunakan osciloscop dengan tepat.
   3.  Dapat menggunakan function generator.
   4.  Mengetahui kaki-kaki komponen dan cara menentukannya.
   5.  Dapat membaca nilai dari beberapa komponen (resistor, potensiometer).

II. Dasar Teori
    
  Ada dua komponen elektronika yang dipelajari dalam elektronika, yaitu komponen aktif dan komponen pasif. Komponen aktif adalah komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika. Contoh dari komponen aktif adalah transistor dan IC. Sedangkan komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik. Contoh dari komponen pasif adalah resistor, kapasitor, transformator, dan induktor (Basuki, 2009).
    
    Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk muatan listrik selama selang waktu tertentu tanpa disertai reaksi kimia. Kapasitor banyak digunakan pada peralatan elektronika seperti lampu kilat pada kamera, cadangan energi pada komputer saat eneri listrik mati, pelindung sistem RAM pada komputer. Saat kapasitor diberi tegangan, kapasitor akan menjadi bermuatan. Satu plat menjadi bermuatan positif dan plat yang lain menjadi bermuatan negatif. Jumlah masing-masing muatan pada masing-masing plat sama (Arif, 2008).
    
    Osciloscop adalah alat elektronika yang dapat menampilkan dan mengukur tegangan searah dan juga dapat menampilkan tegangan sinusoidal. Osciloscop juga dapat menampilkan berbagai bentuk gelombang yang ditemukan dalam rangkaian elektronik seperti gelombang siku (Arifin, 2010).
    
    Multimeter adalah alat ukur listrik yang dapat digunakan untuk mengukur arus tegangandan hambatan listrik. Alat ini memakai suatu besaran meteran. Sehingga tegangan yang diukur disesuaikan dengan besar kecilnya besaran yang diatur. Akan tetapi multimeter memiliki kepekaan yang rendah, terhadap pengukuran dalam rangkaian semikonduktor elektronik modern, yang mempunyai impedansi tinggi, dang tegangan rendah (Jayadin, 2007).
    
    Induktor adalah sebuah komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan teganganya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik (Sutrisno, 2009).


III. Alat dan Bahan
   3.1 Alat
1. Function Generator       (1 buah)
2. Osciloscop                   (1 buah)
3. Multimeter                    (1 buah)
4. Proton Board                (1 buah
   3.2 Bahan
1.    Resistor                      (2 buah)→1k Ω dan 560k Ω              
2.    Potensiometer             (1 buah)
3.    Transistor                   (1 buah)
4.    Dioda                         (1 buah)
5.    Kapasitor                    (1 buah)

IV. Langkah Kerja
A.Multimeter
     1. Kalibrasi 
         
      2. Pengukuran
          (A) Hambatan (B) Tegangan (C) Arus 


         (D) Potensiometer (E) Kondisi dioda (F) Kondisi kapasitor

       g. Transistor
             
B. Osciloscop dan Function Generator
     1. Kalibrasi 
          
        2. Pengukuran frekuensi 1 kHz
             

V. Data Pengamatan
      -
VI. Analisa
    
   Percobaan ini bertujuan untuk dapat menggunakan multimeter, osciloscop, dan function generator dengan benar, dapat mengetahui kaki-kaki komponen dan cara menentukannya, serta dapat membaca nilai-nilai dari komponen.
    
    Percobaan pertama yaitu mengukur hambatan pada resistor yang memiliki gelang warna. Penentuan hambatan pada resistor secara manual berdasarkan warna gelang pada resistor. Berdasarkan data, resistor pertama memiliki kode warna coklat, hitam, merah, emas pada multimeter terukur nilainya 1000 Ω. Untuk pembacaan warna resistornya yaitu 1000 ± 5% Ω. Sehingga dapat diketahui bahwa resistor pertama dalam kondisi baik. Untuk resistor kedua dengan warna gelang hijau, biru, hitam, hitam, coklat pada multimeter terukur nilai hambatannya 600 Ω. Sedangkan untuk pembacaan warna resistor terbaca nilai sebesar 560 ± 1% Ω. Dan hasil tersebut dapat diketahui bahwa resistor kedua dalam kondisi rusak. Hal ini dikarenakan nilai dari pengukuran multimeter dengan warna cincin tidak pada rentang batasnya yaitu batas bawah 554,4 Ω dan batas atasnya 565,5 Ω.

Percobaan kedua yaitu pengujian dioda. Untuk mengetahui baik tidaknya sebuah dioda perlu dilakukan pengujian. Pertama, menghubungkan probe positif multimeter dengan ujung positif (+) dioda yang ditandai dengan adanya warna putih diujung batang dioda. Menghubungkan probe negatif multimeter dengan ujung negatif (-) dioda yang ditandai dengan simbol (-) pada ujung batang dioda. Diperoleh bahwa jarum petunjuk tidak menyimpang. Ini menunjukkan bahwa dioda tersebut dalam kondisi baik, karena dioda berfungsi untuk menghantar arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya sehingga ketika probe dibalik jarum petunjuk tidak bergerak.

Percobaan ketiga yaitu pengujian kapasitor dengan menghubungkan probe positif multimeter dengan kaki positif dan probe negatif dengan kaki negatif. Cara menentukan kaki kapasitor dengan membedakan panjangnya, kaki pendek untuk negatif dan kaki panjang untuk positif. Pada pengujian diketahui bahwa jarum petunjuk skala menyimpang, hal tersebut menunjukkan bahwa kapasitor dalam keadaan baik.

Percobaan keempat yaitu pengujian potensiometer, yaitu mengetahui nilai minimum dan maximum dari potensiometer dengan menghubungan dua probe multimeter dengan kaki termal potensiometer. Potensiometer tidak mengenal polaritas sehingga peletakan probe merah atau probe hitam bisa sembarang pada kaki terminal. Jarum petunjuk awalnya diangka nol yang berarti nilai minimum dari potensiometer tersebut adalah nol (0). Kemudian setelah dihubungkan jarum menyimpang dan menunjuk pada skala atau angka 100, yang berarti bahwa nilai maximum potensiomete tersebut adalah 100k.

Percobaan kelima yaitu menentukan jenis kaki transistor dan posisi kaki-kaki transistor. Transistor merupakan komponen elektronika yang memiliki tiga buah kaki, yaitu Basis (B), Collector (C), dan Emitor (E). Berfungsi untuk menstranfer atau memindahkan arus. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu menentukan kaki basis dengan cara menghubungkan salah satu kaki transistor dengan probe negatif multimeter dan probe positif dihubungkan kaki yang lain, jika jarum petunjuk menyimpang maka kaki yang terhubung dengan probe negatif adalah kaki basis, kemudian dapat ditentukan tipe atau jenis transistor, pada percobaan diketahui tipe transistornya adalah PNP, dikarenakan kaki basis pada probe negatif dan dua kaki lainnya sebagai emitor (yang dikaitkan dengan benjolan), collector. Dua kaki tersebut bila didekatkan probe positif maka jarum petunjuk bergerak.
    
    Percobaan keenam yaitu mengukur frekuensi pada osciloscop. Osciloscop dihubungkan dengan function generator kemudian dinyalakan dan ditentukan bentuk gelombang sinusoidal, besar t/div, v/div sampai gelombang muncul dan tidak bergerak. Gelombang yang muncul berbentuk gelombang sinus, dimana satu gelombangnya terdapat dua kotak atau 2 div. Dari osciloscop juga diperoleh t/div yaitu sebesar 0,5 ms atau bisa disebut sebagai periode (T), maka dapat diketahui frekuensinya haitu 1000 Hz, kemudian pada osciloscop juga terdapat pada nilai v/div atau tegangan yaitu sebesar 0,1 mv yang terdapat pada dua kotak atau dua div. Maka jika dihitung tegangan puncaknya sebesar 0,1 Mv atau 1 × 10^-4 Volt. Dan tegangan puncak ke puncak atau VPP yaitu sebesar 0,2 Mv atau 2 × 10^-4 Volt.

VII. Kesimpulan
  1. Multimeter merupakan alat ukur elektronik yang digunakan unntuk mengukur arus, tegangan, dan hambatan.
  2. Salah satu fungsi osciloscop yaitu untuk mengukur tegangan dan frekuensi dengan memproyeksikan sinyal listrik dalam bentuk gelombang sinusoidal.
  3. Function generator merupakan alat ukur elektronik yang menghasilkan gelombang dengan bentuk sinus, segitiga, ramp, dan masih banyak lagi.
  4. Untuk menentukan kaki komponen digunakan multimeter yang berfungsi untuk mengetahui terjadi simpangan atau tidak pada jarum yang berguna dalam penentuan kaki pada kapasitor, dioda, dan transistor. Kaki pada kapasitor dilihat panjang adalah kaki positif dan kaki pendek adalah kaki negatif. Untuk dioda dengan menghubungkan probe dengan kaki sesuai polaritas jarum tidak menyimpang, jika dibalik menyimpang. Untuk transistor dengan menentukan kaki basis, lalu emitor dan collector.
  5. Untuk membaca nilai dioda, hambatan, tegangan dan arus menggunakan multimeter, untuk resistor bisa dengan multimeter bisa dengan cicin warna. Potensiometer juga menggunaka multimeter. Untuk frekuensi dan tegangan menggunakan osciloscop dan function generator.


VIII. Daftar Pustaka

Arif. 2008. Elektronika I.Surabaya : Yudistira.
Arifin. 2010. Elektronika Analog.Bandung : Grand Media.
Basuki. 2009. Elektronika Edisi Kedua.Bandung : ITB.
Jayadin. 2007. Elektronika.Jakarta : Erlangga.
Sutrisno. 2009. Fisika Dasar II.Jakarta : Universitas Terbuka.

Posting Komentar untuk "Laporan Praktikum Pengenalan Alat Ukur"